Prostitusi Online Dibawah Umur Berhasil Diungkap Team Cyber Polres Pelabuhan Tanjung Priok

0
100

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com – Unit IV PPA yang dipimpin Kanit IV PPA Iptu Suprobo dan Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil yang dipimpin AKP Faruk Rozi, SIK, MSi berhasil ungkap tindak pidana Prostitusi online dibawah umur di salah satu hotel, seputaran Sunter Jakarta Utara, Minggu (12/08/2018).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso melalui Unit IV PPA dan Sat Reskrim Polres Pelabuhan tanjung Priok menjelaskan kejadian berawal pada hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2018 sekira jam 12.00 wib team cyber patrol mendapat informasi bahwa ada pelaku yang diduga menawarkan prostitusi secara online melalui group Facebook dengan akun “chirenusex@yahoo.co.id”, pungkasnya.

Selanjutnya team menerima tawaran dan menentukan hotel D’Arcici dengan harga yang sudah ditawarkan oleh pelaku berinisial AN (33th) warga Babelan Kec. Babelan Kab. Bekasi Jawa Barat.

Berdasar keterangan, Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Hendro mengatakan Team melakukan setting dengan transaksi kepada pelaku dan pelaku meminta uang tanda jadi sebesar Rp. 100.000. Selanjutnya, team berhasil mengamankan 3 (tiga) orang laki-laki dan 2 (dua) orang perempuan yang disuruh pelaku “AN” untuk mengantar korban Y (15) ke salah satu hotel daerah sunter kamar 1412 dengan menyewa grabcar online.

Setelah dilakukan interogasi korban dan saksi, mereka membenarkan bahwa yang melakukan penjualan adalan pelaku AN yang berada di salah satu Apartement daerah Rawasari Rawamangun dan team berhasil mengamankan seorang laki-laki bernama AN alias ASEP sebagai pemilik akun “chirenusex@yahoo.co.id” dengan nama “Adi Piero (adi)” yang digunakan untuk melakukan transaksi perdagangan anak selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke polres pelabuhan Tanjung Priok guna penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil penangkapan, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah kartu akses hotel kamar 1412, uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah), 1 (satu) lembar slip bukti transfer dari bank BCA an. ASEP NURMANSYAH sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) sebagai uang tanda jadi, 1 (satu) buah CD wanita warna biru muda dan 1 (satu) buah BH wanita warna merah hitam.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal Primair yang berbunyi “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan dan/atau perdagangan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F jo pasal 83 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Subsidair “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76I jo pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, lebih subsidair “Setiap orang dilarang dengan sengan dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentramisikan dan atau dapat di aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang bermuatan kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 jo pasal 27 ayat 1 UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, lebih subsidair Barang siapa menarik keuntungan dari pencabulan seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 KUHP.

(D.Man/M-B)

Tinggalkan komentar