Persatuan dan Kesatuan Jelang HUT Kemerdekaan RI ke 73, MACITA: Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh

0
131

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com – Indahnya persatuan dalam keberagamaan berlandaskan kebhinekaan diserukan Ketua Ormas MACITA DPW DKI Jakarta, Minggu (12/082018) di Kantor Sekretariat DPW DKI Jakarta Pulo Mas Jakarta Timur. Dia mengungkapakan bahwa Hidup ini pilihan, siapa yang berani dan ikhlas menjalaninya, dijamin ia bisa memerdekakan dirinya sendiri, Jadikanlah bahu anda menjadi kokoh bak baja, karena masih banyak sodara-sodara kita yang masih memerlukan tempat untuk bersandar.

Jadikanlah semua perbedaan sebagai sebuah keunikan di dalam berbangsa & bernegara, supaya terlihat indah dengan banyak warna. Ingat! janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai suatu kesombongan, dengan merasa paling benar di dalam berfikir maupun didalam bertindak. Karena Itulah perbedaan yang bisa mengakibatkan adanya suatu perpecahan yang membuahkan bangsa dan negara menjadi lemah dihadapan negara lain.

Ungkapan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” adalah suatu ungkapan yang menyatakan betapa besarnya arti persatuan dan kesatuan tersebut. Apabila bersatu padu, kita tidak hanya teguh dalam arti lebih kuat dalam menghadapi permasalahan juga mampu menyelesaikan persoalan yang tidak dapat kita selesaikan sendiri.

Kehidupan bersama orang lain hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kesatuan. Tanpa rasa dan semangat rela berkorban serta persatuan dan kesatuan, kita tidak mungkin dapat hidup bersatu. Dengan berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, “MACITA” bermaksud Untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme, Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dalam “Bhineka Tunggal Ika” yang bertujuan Mewujudkan “CINTA TANAH AIR” degan agenda :

Sikap semangat persatuan dan kesatuan dapat ditunjukkan dalam berbagai kehidupan, di antaranya sebagai berikut:

Kehidupan Keluarga

Apabila setiap anggota keluarga mengabaikan rela berkorban dan rasa persatuan dan kesatuan, dapat dibayangkan bagaimana kira-kira kehidupan keluarga tersebut. Setiap hari bahkan setiap saat akan terjadi pertengkaran. Akibatnya, dalam kehidupan keluarga tersebut tidak pernah ada rasa aman, tenteram, dan damai. Adapun contoh perilaku yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan keluarga, di antaranya : beribadah bersama orang tua; pembagian tugas yang adil kepada semua anggota keluarga; menikmati hiburan bersama; dan menyelesaikan segala permasalahan dengan musyawarah.

Kehidupan Masyarakat

Meskipun latar belakang mereka berbeda-beda, tetapi mereka satu keluarga besar yang dipenuhi semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Kondisi seperti ini merupakan kekuatan ampuh dalam menangkal segala gangguan dan ancaman, terutama gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Adapun contoh perilaku yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat, di antaranya kerja bakti bersama demi menciptakan kebersihan lingkungan tempat tinggal; tukar menukar para pemuda dari daerah yang satu ke daerah yang lain; mengadakan festival budaya nasional; mengadakan Jambore nasional.

Kehidupan Bangsa dan Negara

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa baik ketika merebut, mempertahankan maupun mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan. Tanpa persatuan dan kesatuan kita tidak mungkin dapat melaksanakan pembangunan seperti sekarang ini. Bangsa yang bercerai-berai tidak mungkin membangun dan tanpa pembangunan tidak ada kebahagiaan.

Adapun perilaku untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan saat ini dalam kehidupan bangsa dan negara di antaranya mengharumkan nama bangsa dengan mengikuti pertandingan dalam bidang apapun baik dalam tataran nasional maupun internasional; memperluas pendidikan di berbagai negara dengan tujuan mengembangkan pembangunan negara; berperan serta dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan; menjaga stabilitas pembangunan nasional secara merata dan menyeluruh.

Menghindari Perilaku Merusak Semangat Persatuan dan Kesatuan

Dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia, persatuan dan kesatuan sangat diperlukan untuk membangun bangsa dan negara agar sejajar dengan bangsa dan negara lainnya yang sudah terlebih dahulu maju. Selama bangsa kita melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan, telah banyak kemajuan yang dicapai di berbagai bidang kehidupan. Namun, secara nyata kita selalu mendapatkan pengalaman-pengalaman pahit yang merusak semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ancaman yang seringkali muncul dikarenakan banyaknya peluang berperilaku tercela yang dapat merusak pelaksanaan pembangunan nasional. Adapun beberapa ancaman yang seringkali tampak dalam berbagai kehidupan, di antaranya:

a. Kemiskinan

Kemiskinan selalu dijadikan lahan tumbuhnya ketidakpuasan serta kegelisahan masyarakat. Kesenjangan sosial terjadi antara si miskin dan si kaya yang mengakibatkan timbulnya perpecahan satu sama lain. Selain itu, mereka yang mengalami kemiskinan mudah terkena hasutan untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat kelancaran pembangunan.

b. Apatisme dan Ketidakpedulian Sosial

Faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan yaitu giat dan semangatnya masyarakat dalam gerak pem-bangunan. Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dengan tidak mengindahkan nilai Pancasila dan UUD 1945. Namun, apabila egoisme golongan muncul di kalangan masyarakat Indonesia maka hal tersebut menjadi pemicu kepasifan masyarakat dan secara langsung akan menghambat jalannya pembangunan.

c. Keterbelakangan

Proses pembangunan senantiasa diupayakan agar memberi manfaat yang merata hasilnya di seluruh pelosok tanah air. Namun, luasnya wilayah Indonesia serta tingginya jumlah penduduk menyebabkan belum ratanya pembangunan dan hasil-hasilnya. Oleh karena itu, munculnya kesenjangan sosial tidak dapat kita hindari dan perlu kita waspadai serta atasi bersama.

d. Korupsi dan Kolusi

Tengah beredar dimana-mana kasus korupsi, hal ini muncul karena rendahnya kesadaran moral serta tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dan kepentingan negara dan bangsa. Korupsi dan kolusi merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Jika tidak ditanggapi dan diatasi dengan sebaik-baiknya akan merugikan jalan pembangunan dan meruntuhkan kehidupan masyarakat.

e. Dekadensi Moral

Berkembangnya arus informasi di zaman globalisasi menyebabkan kita dengan mudah dapat melihat gaya hidup maupun pola pergaulan di negara lain. Perlu dipahami, bahwa kebudayaan dan kepribadian bangsa kita dengan bangsa lain sangatlah berbeda. Oleh karena itu, kita harus mewaspadai kemungkinan lunturnya nilai-nilai kepribadian bangsa kita.

Partisipasi Kewarganegaraan sebagai Pencerminan Komitmen terhadap Keutuhan Nasional

Perilaku yang menunjukkan mencintai persatuan dan kesatuan harus tampak dalam kehidupan kita sehari-hari. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” merupakan suatu ungkapan yang menyatakan betapa besarnya arti persatuan dan kesatuan. Apabila bersatu padu, kita tidak hanya teguh dalam arti lebih kuat dalam menghadapi permasalahan, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan yang tidak dapat kita selesaikan sendiri.

Kehidupan sosial yang tertib dan tentram hanya dapat diwujudkan melalui pembinaan persatuan dan kesatuan. Keluarga yang utuh terbentuk karena adanya semangat bersatu. Kita semua hidup dalam lingkungan keluarga.

Hubungan dan ikatan keluarga akan terjalin utuh apabila kita semua menjadi bagian tak terpisahkan dalam keluarga. Keluarga yang menjunjung persatuan dan kesatuan membentuk keluarga yang aman, tentram, dan damai. Sebaliknya, apabila tidak ada lagi rasa persatuan, dalam keluarga setiap hari akan terjadi pertengkaran dan tidak akan ada kedamaian.

Dalam kehidupan masyarakat, persatuan dan kesatuan sangat diperlukan. Masyarakat yang bersatu akan melahirkan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Meskipun masyarakat terdiri atas orang-orang yang beragam, dalam masyarakat kita menjadi bagian keluarga besar yang memiliki semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.

Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia

Pepatah mengatakan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Oleh karena itu, yang perlu kita tegakkan dan lakukan adalah meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong-royong, dan musyawarah; meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan; meratakan pembangunan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; melaksanakan otonomi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah; memperkuat sendi-sendi hukum nasional serta adanya kepastian hukum; melindungi, menjamin, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia; dan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan sehingga masyarakat merasa terlindungi.

Meningkatkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku, bahasa, agama, dan adat kebiasaan, kita harus bersatu sebagai bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus memupuk semangat Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun berbeda-beda, kita tetap satu, yaitu bangsa Indonesia.

Mengembangkan Semangat Kekeluargaan

Contoh membina kekeluargaan yang perlu kita usahakan atau budayakan setiap hari adalah budaya saling bertegur sapa. Bayangkan jika di lingkungan kamu setiap harinya selalu ada percekcokan, adu mulut, tidak ada sikap saling percaya, dan lain-lain. Apa yang harus kamu lakukan? Selanjutnya, lakukan pengamatan di sekitar lingkungan tempat tinggalmu. Perilaku apa saja yang menurut kebiasaan setempat merupakan perbuatan yang menunjukkan semangat kekeluargaan?

Mewujudkan perilaku yang mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan dapat diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan. Syair lagu Pergi Belajar karya Ibu Sud yaitu hormatilah gurumu, sayangi teman. Merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat menumbuhkan dan memperkuat persatuan dan kesatuan di sekolah. Dalam kehidupan masyarakat menghormati sesama dan toleran terhadap orang lain merupakan sikap dan perilaku yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menghindari SARA

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, bahasa, agama, serta adat istiadat kebiasaan yang berbeda-beda, kita tidak boleh melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, yang harus kita hindari, antara lain: egoisme, ekstremisme, sukuisme, acuh tak acuh tidak peduli terhadap lingkungan, dan fanatisme yang berlebih lebihan. Kita harus menghindari perbuatan bukan SARA (Suku, Agama dan Ras).

Masyarakat yang bersatu dalam nilai persatuan akan mampu menangkal semua gangguan dalam kehidupan bermasyarakat. Persatuan dan kesatuan dalam masyarakat juga menumbuhkan solidaritas, semangat toleransi, kekompakan, dan memperkuat daya tahan masyarakat terhadap gangguan masyarakat itu sendiri. Gangguan terhadap masyarakat, misalnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mewujudkan perilaku yang mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan dapat diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan. Syair lagu Pergi Belajar karya Ibu Sud yaitu hormatilah gurumu, sayangi teman. Merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat menumbuhkan dan memperkuat persatuan dan kesatuan di sekolah. Dalam kehidupan masyarakat menghormati sesama dan toleran terhadap orang lain merupakan sikap dan perilaku yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia semangat persatuan dan kesatuan merupakan modal dasar dalam membentuk negara dan menjalankan kehidupan bernegara. Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak awal dan pertama bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia adalah: memperkuat jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia; memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara; memudahkan mencapai tujuan nasional yaitu, tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hanya akan tercapai apabila semua warga negara terlibat mewujudkan tujuan nasional tersebut serta menciptakan suasana yang tentram, aman, dan damai karena semua orang menunjukkan sikap setia kawan, toleran, dan solidaritas dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bersamaan dengan ini, Selaku pengurus dan Ketua DPW MACITA DKI Jakarta Daniel Manurung, SE mengatakan, kepada media ini, Minggu (12/082018) bahwa “Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru pancasila yang menjembatani kita semua dalam keberagaman yang ada di Indonesia ini. Selain itu, nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, nasionalisme itu bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap Ideologi Pancasila.

Untuk itu didalam menjaga kedaulatan NKRI, perlu adanya dialog untuk mencegah berkembangnya ideologi selain Pancasila. Selain itu semua pihak perlu membangun wawasan kebangsaan dalam rangka mengamankan, melestarikan dan membudayakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tutupnya.

Publish: D.Man

Tinggalkan komentar