Sinergitas TNI AD dan “Preman Pensiun” di Banjarmasin

0
131

BANJARMASIN, Media-Bhayangkara.com – Ratusan pemuda Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) turun ke rawa-rawa untuk membuka lahan tanam, tepatnya di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

Ratusan pemuda tersebut berasal dari beragam latar belakang. Yang jelas, kebanyakan dari para pemuda adalah ‘preman pensiun’ yaitu preman yang sudah insyaf (mantan preman), atau mereka yang pernah tidur di ‘hotel prodeo’.

Danrem 101/Antasari Kolonel Infanteri Yudianto Putrajaya mengatakan, ada 300 pemuda yang direkrut. Pemuda tersebut sebelumnya digembleng dan dibina. Mereka tergabung sebagai anggota Bela Eksistensi Tanah Air (BETA) Banua 1 tahun 2018.

“Ini anggota BETA sengaja kita rekrut dari preman-preman atau yang selama ini anak-anak geng motor kita ajak dan kita bangkitkan semangat kerja mereka. Malah banyak yang baru keluar dari bui. Dan mereka punya itikad baik. Saya kira itu perlu kita respons baik,” kata Kolonel Inf Yudianto Putrajaya saat ditemui di lokasi, Desa Jejangkit Muara, Kamis (12/7/2018).

Putra Yudianto melanjutkan, pihaknya sengaja mengajak mereka untuk membuka lahan persawahan di Desa Jejangkit Muara. Dengan begitu diharapkan para pemuda tersebut bisa tampil percaya diri di depan masyarakat.

“Yang kita bangun juga mental pemuda ini, kebanyakan masih muda biar mereka percaya diri tampil. Bukan paksaan, tapi kesadaran merubah diri, jadi yang dicari kualitas bukan kuantitas. Pembinaannya pun akan terus berlanjut, misalnya satu bulan sekali kumpul di Korem atau Kodim,” ujarnya.

Pembukaan lahan tanam

Putra menambahkan, pihaknya sengaja membawa serta anggota BETA terkait pembukaan Lahan Tanam seluas 4.000 hektar yang dicetuskan oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman.

Nantinya lokasi tanam itu dijadikan lokasi percontohan model pertanian terpadu dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), yang akan dilaksanakan di Desa Jejangkit pada Oktober 2018 mendatang.

Berdasarkan laporan hasil pekerjaan pada Sabtu 7 Juli 2018 lalu, ungkap Danrem 101/Antasari, sudah terealisasi lahan siap tanam seluas 115.55 hektar, sehingga tinggal menyisakan 124.45 hektar untuk areal Kodim.

Bahkan sudah ada beberapa Kodim yang telah menyelesaikan pekerjaannya, diantaranya Kodim 1002/Barabai di areal E seluas 24,5 hektar, Kodim 1009/Pelaihari di areal D seluas 22.7 hektar, dan Kodim 1022/Tanah Bumbu di areal B seluas 7,65 hektar.

“Saya apresiasi Kodim yang bekerja cepat dan maksimal, waktu yang terbatas harus benar-benar dimanfaatkan,” tandas Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya.

(Putri/M-B)

Tinggalkan komentar