5 Titik Daerah Jadi Sasaran Pelaksanaan TMMD ke-102

0
140

SURABAYA, Media-Bhayangkara.com – Usai dipersiapkan secara matang, akhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Jawa Timur, resmi dibuka.

Upacara peresmian yang berlangsung di Kabupaten Gresik, Selasa, 10 Juli 2018, tak hanya dihadiri oleh Forpimda setempat saja. Namun, juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A dan Kepala Bakorwil Bojonegoro.

Boedi Prijo Soeprajitno menuturkan, setiap tahunnya terdapat tiga kali daerah di Jawa Timur yang dijadikan sebagai lokasi sasaran pelaksanaan program TMMD.

“Lokasi sasaran ditempatkan di daerah terpencil, terisolasi dan terpinggirkan. Sedangkan untuk hasilnya nanti, dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut,” kata Kepala Bakorwil Bojonegoro ini melalui upacara peresmian TMMD yang berlangsung di lapangan desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Tentu saja, kata dia, upaya itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu, Prijo menginstruksikan seluruh pihak untuk saling berkoordinasi, dan saling bersinergi selama TMDM berlangsung.

“Peran itu sangat penting dalam rangka mensukseskan program ini (TMMD),” tandas Prijo.

Sementara itu, ditemui usai mengikuti berlangsungnya upacara pembukaan TMMD, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A menilai, program tersebut, merupakan salah satu kontribusi kerja nyata TNI di masyarakat dalam rangka membantu Pemerintah Daerah.

“Target TMMD di setiap daerah nantinya berbeda. Seperti di Gresik, pembangunannya di fokuskan pada sasaran normalisasi waduk dan jaringan irigasi,” ujar Mayjen Arif.

Usai mengikuti upacara pembukaan tersebut, Kepala Bakorwil Bojonegoro, Pangdam V/Brawijaya, beserta seluruh pihak terkait lainnya, menyempatkan diri untuk melakukan penanaman di sekitar area lapangan upacara. Tak hanya itu saja, Mayjen Arif Rahman juga menyempatkan diri untuk meninjau lokasi pengobatan dan bakti sosial yang digelar di lapangan tersebut.

Perlu diketahui, program Tentara Manunggal Membangun Desa, rencananya akan berlangsung selama 30 hari. Selama pelaksanaan program itu, seluruh personel yang berada di lokasi sasaran, diharuskan untuk bisa menciptakan suasana yang aman, kondusif dan berbaur dengan warga.

Selain dihadiri Pangdam, prosesi upacara pembukaan tersebut, juga dihadiri oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M. Zulkifli, Dandim 0817/Gresik, Letkol Kav Widodo Pujianto, SH dan Bupati Gresik, Ir. DR. H. Sambari Halim.

(D.Man/M-B)

Tinggalkan komentar