Presiden Minta Momentum Pertumbuhan Ekonomi Dimanfaatkan untuk Tingkatkan Ekspor

0
240
Presiden Joko Widodo siang ini menggelar rapat terbatas dengan jajaran terkait untuk membahas kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, Selasa (15/05/2018)

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com

Presiden Joko Widodo siang ini menggelar rapat terbatas dengan jajaran terkait untuk membahas kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal.

“Saya minta momentum pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2018 ini yang mencapai angka 5,06 persen lebih kita tingkatkan lagi dengan menjaga daya beli, meningkatkan investasi, dan meningkatkan daya saing ekspor kita,” ujar Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 15 Mei 2018.

Khusus yang berkaitan dengan ekspor, dirinya menyebut bahwa sejumlah hambatan baik di perizinan, perbankan, pembiayaan, termasuk pajak dan kepabeanan agar dapat dihilangkan. Hal itu tak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga di pemerintah daerah.

“Jangan kita ragu untuk mendesain insentif-insentif yang tepat. Segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera kelihatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan jajarannya agar selalu waspada terhadap risiko ketidakpastian ekonomi global. Menurut Presiden volatilitas keuangan global yang dipicu kebijakan normalisasi moneter Amerika Serikat juga telah banyak mengakibatkan depresiasi mata uang negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Tapi alhamdulillah dibandingkan negara-negara lain, kita jauh lebih baik,” lanjutnya.

Selain itu, Presiden mengingatkan faktor-faktor eksternal lain seperti harga minyak dunia, potensi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kondisi geopolitik internasional juga harus diwaspadai.

“Kita perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini serta melakukan antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru perekonomian global,” ucapnya.

Mengakhiri arahan, Kepala Negara juga menginstruksikan jajarannya untuk fokus dalam menjaga stabilitas keamanan nasional sehingga kerja besar pemerintah dalam mengupayakan penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Saya juga minta agar kita tetap fokus menjaga stabilitas keamanan sehingga seluruh kerja untuk perbaikan kesejahteraan, penurunan kemiskinan, serta penciptaan lapangan pekerjaan dapat kita teruskan dan kita perbaiki,” tandasnya.

Presiden Lepas Ekspor Indonesia dengan Kapal Besar di Tanjung Priok

Presiden Joko Widodo melepas ekspor produk-produk Indonesia dengan kapal kontainer ukuran besar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 15 Mei 2018. Presiden tiba di Jakarta International Container Terminal (JICT) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Melalui pelepasan ekspor dengan kapal besar kita ingin tunjukkan bahwa ekonomi kita tetap berjalan dengan baik, ekonomi kita tetap tangguh dan terus bergerak dan tujuan ekspor pada sore hari ini adalah Amerika Serikat,” kata Presiden dalam sambutannya.

Ekspor yang dilakukan hari ini menggunakan kapal besar yakni Kapal MV. CMA CGM Tage berkapasitas 10 ribu TEUs dan berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage). Kapal ini memiliki layanan Java-Ameica Express (JAX) yang rutin melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA dan Oakland) Amerika Serikat (direct call).

“Artinya pengiriman ini besar sekali dan dilakukan dengan sangat efisien dengan direct call. Ini akan menurunkan biaya logistik yang sangat besar. Tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo bahwa setiap kontainer menghemat biaya kurang lebih USD300 dan ini akan memberikan daya saing produk-produk kita terhadap produk-produk dari negara lain,” lanjutnya.

Untuk diketahui, selain kapal CMA CGM Tage, ada beberapa kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti generasi Post – Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10 ribu TEUs dengan bobot hampir 130 ribu ton dan panjang mencapai 347 meter. Rute layanan langsung (direct call) yang ditangani antara lain tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.

Presiden mengatakan bahwa komoditas yang dikirim pada ekspor kali ini terdiri dari 50 persen sepatu, 15 persen garmen, 10 persen berupa produk karet, ban dan turunannya, alat-alat elektronik sebesar 10 persen, dan produk lainnya sebanyak 15 persen.

“Bukan bahan mentah, tetapi sudah bahan-bahan produksi, produk-produk industri yang kita harapkan ini akan meningkatkan ekspor kita,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan bahwa ekspor ke Amerika Serikat hari ini adalah penanda bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam geo ekonomi di Indo Pasifik. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, lanjut Presiden, Indonesia sedang terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo Pasifik sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan, dan industri dunia.

“Dan di saat yang bersamaan peningkatan ekspor seperti sekarang akan terus kita tingkatkan sehingga akan menguatkan pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pelepasan ekspor ini adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya.

(D.Manroe/M-B)

Tinggalkan komentar