Duka Menyelimuti Mapolda Riau, Ini Seruan Aktivis Indonesia Police Watch

0
393

PEKANBARU, Media–Bhayangkara.com

Duka menyelimuti Mapolda Riau di Pekanbaru. Seorang anggota terbaiknya meninggal dunia akibat serangan teroris Rabu pagi ini.

Ipda Auzar meninggal dunia akibat serangan terduga teroris di Polda Riau. Dia ditabrak terduga teroris.

Ipda Auzar sebenarnya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Riau, Rabu (16/5/2018). Namun nyawanya tak tertolong.

Ipda Auzar merupakan Pamin 2 SI SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau. Dia berusia 56 tahun.

“Iya (Ipda Auzar) meninggal, ketubruk mobil Avanza yang dibawa teroris,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Riau AKBP Asep Iskandar.

Ada dua polisi lain yang menderita luka, salah satunya anggota provos.

Total ada 8 terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau. Empat di antaranya kabur, sedangkan 4 lainnya ditembak polisi. Kabarnya, 4 orang yang ditembak polisi itu tewas.

Selamat jalan Ipda Anumerta Auzar. Semoga ditempatkan di SorgaNYA Allah SWT, doa AKBP Edy Sumardi Priadinata Wakapolresta dengan air mata berlinang.

Situasi MAPOLDA Riau Pasca Terjadinya Insiden TERORISME

“Almarhum, polisi yang sangat baik. Dekat dengan masyarakat dan suka menolong. Ibadah nya bagus,” kata Edy Sumardi Priadinata konseptor program Jumat Barokah Polresta Pekanbaru ini dengan wajah sedih.

Ini Seruan Aktivis Indonesia Police Watch

Baru saja Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau diserang oleh sekelompok Teroris (16/05/2018). Informasinya kejadian tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 pagi dengan masuknya mobil mini bus berjenis Avanza warna putih ke dalam kawasan Mapolda Riau.

Menurut Larshen Yunus, selaku Ketua Indonesia Police Watch (IPW Riau) yang pada saat itu berada di lokasi, mengatakan bahwa tiba-tiba 1 unit mobil menabrak pagar Mapolda Riau.

“Jujur saja, saya terkejut mendengar suara keras dari arah sana (Pagar Mapolda – Jalan Gajah Mada). Memang kejadian tersebut berlangsung secara membabibuta. Cepat sekali !” ungkap Yunus, sapaan Ketua IPW Riau tersebut.

Sambungnya lagi, bahwa insiden itu tiba-tiba mengundang perhatian para personil Polda Riau yang berada disetiap sudut lokasi tersebut. “Selain itu masyarakat yang ada di kawasan lampu merah juga segera mendekati lokasi itu” tambah Yunus.

“Saya lihat langsung, seketika mereka (Teroris) itu menabrakkan mobilnya ke Pintu Gerbang Mapolda Riau, langsung turun 2 (dua) orang dari mobil Avanza tersebut dan membabibuta mengejar aparat menggunakan senjata tajam, pokoknya ngerilah” ujar Alumnus Pascasarjana Sosiologi, Fisip Universitas Riau tersebut.

Namun setelah beberapa menit kemudian, aparat kepolisian yang bertugas di lokasi itu langsung mengamankan para pelaku dengan melumpuhkan kakinya, yakni ditembak menggunakan Senjata Api.

Menurut Larshen Yunus, ada 4 (empat) orang pelaku, 2 (dua) orang yang ditembak ditempat, 1 (orang) orang ditangkap hidup-hidup, 1 (satu) orang supir kabur dan 1 (satu) orang Polisi gugur serta 1 (satu) orang Jurnalis terluka.Kendati demikian, mobil Avanza yang digunakan oleh sekelompok teroris itu masih dibiarkan begitu saja, karena dicurigai berisi Bom.

“Tadi kata pak Polisi, bahwa pihaknya sedang menunggu Tim Gegana, supaya bisa mengecek isi dalam mobil tersebut” pungkas Ketua IPW Riau.

Atas kejadian tersebut, Yunus menghimbau kepada seluruh Masyarakat Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru, agar tetap was-was dalam setiap melangkah. “Ini ancaman bagi kita semua, Markas Polisi saja diserang, apalagi tempat-tempat yang lain” imbuhnya.

“Saya mengajak kepada seluruh Masyarakat Kota Pekanbaru, terlebih bagi tempat-tempat Rumah Ibadah, wabbilkhusus buat Gereja-Gereja yang ada di Kota ini, agar segera mengamankan diri. Tetap awasi lingkungan sekitar anda” ajak Yunus mengakhiri pernyataan persnya.

(Habibur/Deo/M-B)

Tinggalkan komentar