Masyarakat: Kami Tidak Takut Teror

0
163
Masyarakat ketika membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap Polri, atas gugurnya anggota Polri dalam aksi terorisme,

MALANG, Media-Bhayangkara.com

Polres Malang menggalang dukungan dari masyarakat, atas peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dan ledakan bom bunuh diri di tiga Geraja Surabaya, Minggu (13/05/) siang ini. Bentuk dukunganya dengan pembubuhan tanda tangan di atas banner, di pinggir jalan depan Mapolres Malang. “Kami tidak takut teror”.

“Ini adalah aksi masyarakat untuk turut berduka cita atas gugurnya enam anggota Polri dalam aksi terorisme. Sekaligus dengan kejadian bom di tiga Gereja di Surabaya pagi tadi,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.

Masyarakat yang tanda tangan, kebanyakan adalah pengguna jalan raya yang melintas depan Mapolres Malang. Terutama pengendara sepeda motor. Mereka berhenti untuk kemudian membubuhkan tanda tangan dan menaruhkan bunga di atas foto enam anggota Polri yang gugur.

“Sebagai masyarakat kami ikut sedih. Kami tidak takut teror, dan masyarakat siap melawan terorisme. Duka kami untuk Pahlawan,” ungkap Zainul Mahmudi, warga Desa Mojosari, Kepanjen usai membubuhkan tandatangan.

Sekadar diketahui, ada enam anggota Polri yang gugur saat kerusuhan di Mako Brimob. Yakni Brigpol Fandy Setyo Nugroho, Aipda Denny Setiadi, Iptu Yudi Rospuji Siswanto, Briptu Syukron Fadhli, Briptu Wahyu Catur Pamungkas, dan Aipda Marhum Frenje.

Sedangkan ledakan bom bunuh diri di Surabaya, selain mengakibatkan ada korban meninggal dunia, juga banyak masyarakat yang mengalami luka-luka.

(D.M/M-B)

Tinggalkan komentar