Dir. RSUD Gunung Tua Terindikasi Lindungi Naker Izajah Palsu

0
267
RSUD Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara. (Foto AG/M-B)

MEDAN, Media-Bhayangkara.com

Disayangkan, rentetan pelanggaran hukum terkuak lagi, setelah kasus Pungli Direktur RSUD GT, dr. Arnalom Sitorus diproses secara hukum pada tahun 2017 yang lalu, kini Direktur RSUD Gunung Tua dr. Julia Erlina Nasution (JEN) terindikasi lindungi Naker (Tenaga kerja) yang melakukan kejahatan dalam memalsukan Izajah dan identitas selama bekerja di Upt. Rumah Sakit (RS) dibawah satuan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara di Provinsi Sumatera Utara.

Sampai berita ini dimuat, Biro media ini pernah melayangkan surat konfirmasi Nomor : 002/Inv./MB/MDN/V/2008 pada Hari kamis tanggal 03/05/2018 lalu, terkait adanya tenaga kerja yang melakukan pemalsuan data dan aktif bekerja sesuai surat tugas dari Kadis Kesehatan Padang Lawas Utara, dr. Zunaidah Hasanah, M. Kes, Nomor : 800/6411/2017, An. Dasima Siregar.

Terbongkar, pemilik nama tertulis disurat tugas, ternyata bukan pemilik data yang sebenarnya, saat Direktur RSUD Gunung Tua, JEN dikonfirmasi Sabtu (11/5/2018) membenarkan, “Petugas gizi (RSUD red.) selaku pengguna dokumen surat tugas dan izajah adalah berinisial Diana Hasibuan sedangkan pemilik sebenarnya bernama Dasima Siregar, pelaku sudah bekerja selama lebih dari satu tahun, ucapnya.

Akunya lagi, kami selama ini tidak tahu sampai ada Petugas yang berani memalsukan data, hal ini benar merupakan kelalaian kami, karena tidak diverivikasi dengan ketat seperti rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), hal ini akan kami tindak tegas dan kami tidak melindungi Naker yang memalsukan data, karena pada dasarnya RSUD hanya menerima Naker yang ditugaskan Kadis Kesehatan, tegasnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Kab. Padang Lawas Utara, dr. Sri Prihatin KN Harahap, saar dikonfirmasi membantah, “terkait dengan Petugas Jahat (dukumen palsu) Diana Hasibuan saya tidak tahu, yang diterbitkan Surat Tugasnya sesuai data yang diajukan, karena yang kenal dengan personilnya bukan orang Dinkes, tetapi yang mengusulkan adalah pihak RSUD Gunung Tua, sehingga saya terbitkan Surat Tugasnya berdasarkan data yang diusulkan, tegasnya.

Memalukan, Direktur RSUD Gunung Tua inisian JEN, diduga melindungi dan membiarkan petugas gizi rumah sakit yang berani melakukan kejahatan dalam pemalsuan data. Seharusnya, jika sejak awal menjabat sebagai Plt. Dir. RSUD, dilakukan cross check yang benar terhadap Naker yang ada, tidak mungkin Pelaku kejahatan Pemalsuan data dapat lolos dan bekerja sampai hampir dua tahun, dengan terbongkarnya pelaku kejahatan pemalsu data saat ini sebagai Petugas gizi, berarti selama ini dibiarkan serta dilindungi?,

Pidana yang mungkin dikenakan adalah pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), ayat (1)berbunyi “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

Khusus untuk ijazah, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur bahwa “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

(AG/M-B)

Tinggalkan komentar