Wakapolri: Beda Pendapat Boleh, Namun Jangan Ada Tindakan Fisik

0
200
Komjen. Pol. Drs. Syafruddin, M.Si. (foto Istimewa)

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia( Wakapolri) Komjen Syafruddin melakukan tindakan tegas dengan menegur anggotanya yang menjaga CFD tersebut. Wakapolri menyampaikan harusnya bisa menjaga agar dua kelompok massa itu tidak bertemu.

“Kalau ada dua kelompok massa yang berbeda pendapat, usahakan jangan bertemu di satu titik, Kenapa bisa ketemu? Dia aparat keamanan di car free day harusnya mengatur supaya tidak bertemu,” ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (02/05/2018).

Wakapolri mengatakan, berbeda pendapat merupakan hal lumrah di alam demokrasi. Namun, gesekan fisik antara pihak yang berbeda pendapat harus bisa dicegah.

Syafruddin menghimbau kepada masyarakat agar menghargai perbedaan pendapat, dan menegaskan bahwa ada konsekuensi hukum untuk aksi yang melanggar aturan itu.

“Kemarin saya sudah sampaikan bahwa persekusi tidak boleh karena tindakan itu ada hukumnya. Cuma saya mengimbau berbeda pendapat boleh tapi jangan terus ada reaksi fisik,” tegasnya.

Aksi persekusi tersebut di acara Car Free Day (CFD) di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/04/2018), yang dilakukan oleh pemakai kaos #2019GantiPresiden terhadap ibu dan anak pemakai kaos #DiaSibukKerja hingga menuai kecaman dari berbagai pihak.

(D.Man/M-B)

Tinggalkan komentar