Terkait Ujaran Kebencian, Amien Rais Resmi Dilaporkan Cyber Indonesia

0
345

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com

Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Laporan ini terkait dengan ucapan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu tentang “Partai Allah” dan “Partai Setan”. Ucapan itu dinilai sebagai bentuk ujaran kebencian dan menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “Ya nanti jam 2 dilaporkan,” kata Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid, Minggu, 15 April 2018.

Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian dan Penodaan Agama sebagaimana yang dituangkan dalam Pasal 28 ayat 2 Junto 45 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 a KUHP Dugaan Ujaran Kebencian SARA dan Penodaan Agama, dimana kita dengar bahwa Pernyataan Amien Rais pada saat mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menyatakan bahwa “Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan”.

“Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan”, ujar Amien Rais di salah satu masjid saat berikan ceramah.

Bagi kami (CyberIndonesia) pernyataan tersebut sangat berbahaya bagi kita sebagai sebuah negara dan dapat memecah belah masyarakat. Pernyataan ini juga menjadi penting karena disampaikan oleh tokoh bangsa dengan mendikotomikan Partai Allah dan Partai Setan.

Maka menjadi masalah ketika didapati statement partainya PAN dan 2 partai lainnya termasuk Gerindra dan PKS sebagai partai Allah, kemudian diikuti sebutan “orang-orang yang anti Tuhan bergabung dalam partai besar”. Klausul kata-kata ini merupakan delik ujaran kebencian SARA bahkan terindikasi penodaan agama, karena sama saja kita menyamakan Allah zat yang maha suci dengan manifestasi partai politik dimana kadernya banyak terlibat tindak pidana kejahatan termasuk korupsi.

Menurut Muannas, laporan ini akan disampaikan langsung oleh salah satu pimpinan Cyber Indonesia, yaitu Aulia Fahmi. Ucapan Amien tentang “Partai Allah” dan “Partai Setan” muncul saat ia memberi tausiah dalam acara Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018.

Kalimat Amien yang dinilai mengarah pada ujaran kebencian adalah, “Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan.”

Lebih lanjut sudah masuk kategori melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. Pasal tersebut berbunyi: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), kata Aulia.

Selain Amien Rais, Cyber Indonesia sebelumnya melaporkan musikus Ahmad Dhani dan Rocky Gerung atas tuduhan serupa. Organisasi ini juga melaporkan Gubernur DKI Anies Baswedan atas dugaan pelanggaran hukum dalam penataan kawasan Tanah Abang, paparnya.

(D.M/M-B)

Tinggalkan komentar