Dewinta: Sebagai Pemimpin Mesti Bijak, Sejak Kapan Allah dan Setan Berpartai?

0
660
Pengamat politik, hukum dan keamanan, Rr. Dewinta Pringgodani SH, MH (foto istimewa)

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com

Pengamat politik, hukum dan keamanan, Rr. Dewinta Pringgodani SH, MH menyesalkan pernyataan politisi PAN Amien Rais yang mengelompokkan dua partai politik di Indonesia yakni Partai Setan dan Partai Allah seperti yang telah heboh diberitakan di beberapa media terkait pernyataan Amien Rais.

“Makin hari pernyataan Pak Amien makin menimbulkan kegaduhan. Omongan Pak Amien tentang Partai Setan dan Partai Allah membuat bangsa ini tidak sehat dan hanya menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sejak kapan Allah dan Setan berpartai?,” kata Dewinta Pringgodani, Sabtu (14/04/2018) di Denpasar, Bali.

Dewinta menilai, harusnya Amien Rais sebagai tokoh masyarakat, bijak dalam menyampaikan pendapat, agar tidak terjadi polemik dan provokasi bagi masyarakat, terutama pemilih tingkat bawah.

“Jangan sampai masyarakat marah dan nantinya sulit dikendalikan, nanti kan semua jadi repot, termasuk yang memberikan pernyataan tanpa penjelasan” ujar Dewinta.

“Sebagai pemimpin, mestinya makin bijak, tidak memancing polemik dan provokasi pemilih tingkat bawah. Nanti mereka marah dan tidak mampu kendalikan, yang repot yang menyampaikan,” tegas Dewinta .

Di negara demokrasi orang bebas berpendapat tapi pernyataan Amien Rais tidak mencerminkan ketokohannya. “Sekelas Pak Amien harus nya lebih bijak memberikan pernyataan di media agar tidak menimbulkan kegaduhan apalagi saat ini adalah tahun politik,” kata wanita cantik kelahiran Solo Jawa Tengah ini.

Sebelumnya Amien Rais, yang juga sebagai Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 berbicara tentang partai setan dan partai Allah saat memberi tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Namun Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

(Manroe/M-B)

Tinggalkan komentar