Berikut Penjelasan TNI AD Terkait Tenggelamnya Tank dan Kapal Kodam Jaya

0
294

JAKARTA, Media-Bhayangkara.com

TNI Angkatan Darat akan memaparkan hasil investigasi kecelakaan tenggelamnya Tank M 113 di Sungai Bogowonto Purworejo, Jawa Tengah dan kapal motor cepat (KMC) Komando AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

“Tim investigasi akan menyampaikan hasilnya pada Rabu siang ini,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, tim investigasi akan memaparkan investigasinya pada siang ini sekitar pukul 13.00 WIB di Kartika Media Centre Dispenad, Jalan Abdurahman Saleh 1 No 48 Jakarta Pusat.

Aspam Kasad, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, saat itu kapal berangkat menuju Pulau Pramuka sekitar pukul 07.10 WIB dengan membawa personel dalam rangka kegiatan bakti sosial memperingati HUT ke-72 persatuan isteri prajurit.

“Pengecekan pada 9 Maret 2017 kapal dinyatakan dalam kondisi baik untuk berlayar,” katanya dalam jumpa pers, di Kartika Media Center, Dispenad, Jakarta, Rabu (21/3).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan ABK, air masuk ke ruang mesin akibat adanya kebocoran dari bagian pipa strainer. Pipa strainer berfungsi menyedot air laut sebagai pendingin mesin. “Itu membuat mesin mati,” katanya.

Saat kejadian, tinggi gelombang kurang lebih 2,5 meter. Diduga hal itu menjadi penyebab masuknya air laut ke ruang mesin sehingga nahkoda kapal mematikan mesin yang sudah terendam air laut.

“Air semakin deras sehingga mengakibatkan kapal tenggelam secara perlahan,” katanya.

“Polemik yang berkembang di media akibat kelebihan muatan perlu kami jelaskan bahwa kapal tersebut memiliki kapasitas 28 ton sehingga pada kondisi muatan yang ada pada saat itu kapal masih bisa berlayar secara normal,” jelasnya.

Menurutnya, penyebab tenggelamnya kapal tersebut merupakan hasil investigasi yang dilakukan. “Saat ini kapal masih dalam proses pengangkatan,” katanya.

Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya sebelumnya mengatakan, kejadian naas tersebut bermula ketika dilaksanakan kegiatan outbond yang diikuti siswa TP dan PAUD dari sejumlah wilayah di Purworejo.

Dalam kegiatan itu, lanjut dia, salah satunya dilaksanakan keliling asrama markas Yonif Mekanis Raider dengan menggunakan kendaraan tempur.

“Saat melaksanakan pengenalan lingkungan dengan menggunakan kendaraan tempur ini terjadi kecelakaan yang tidak diperkirakan,” katanya.

Ia menjelaskan saat kejadian, tank yang ditumpangi anak-anak itu melintas di sungai yang berpasir.

Menurut dia, diduga karena tidak kokoh menyebabkan kendaraan tempur tersebut miring dan terperosok. Sementara para penumpang yang berada di atasnya sebagian jatuh ke sungai hingga terbawa derasnya aliran.

“Dua korban tidak terselamatkan, Pratu Randi Suryadi dan Kepala Sekolah PAUD Ananda, Iswandari,” katanya.

Sementara untuk kapal KMC Komando milik Kodam Jaya tenggelam di Pulau Seribu ketika dalam rangka melaksanakan bakti sosial, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi, mengatakan kapal yang tenggelam itu mengangkut personel tim pendahulu yang bertugas menyiapkan perlengkapan dan kesiapan kegiatan Bhakti Sosial TNI di Kepulauan Seribu.

Kecelakaan tersebut, menurut dia, tidak menimbulkan korban karena semua personel berhasil dievakuasi ke KMC AD-04-15 dekat Pulau Pari di Kepulauan Seribu.

Kapal sampai saat ini masih dalam proses pengangkatan.” TNI AD juga menyesalkan adanya dua kecelakaan ini.

“TNI angatan darat menyesalkan kejadian ini karena ini memang musibah. Kita tetap mengevalluasi sesuai dengan SOP kedepannya agar dilakukan dengan baik. kita berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.”

Namun dua kecelakaan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk TNI AD. “Kita mengambil hikmah dan pembelajaran. Pembelajaran yang sangat berharga bagi TNI AD, ungkapnya.”

(Putri/M-B)

Tinggalkan komentar