Wujudkan Promoter, Kapolres Malang Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2018

0
434
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan UJung, SH, SIK, MSI saat membacakan sambutan Kakorlantas di lapangan Satya Haprabu Polres Malang , Kamis (01/03)

MALANG, Media-Bhayangkara.com

Dalam rangka Operasi Keselamatan semeru 2018, Kapolres Malang AKBP Yade setiawan Ujung, SH, SIk, Msi menggelar Apel Pasukan yang dilaksankan di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang, Kamis, (01/03/2018)

Berdasrkan informasi yang diterima media ini melalui Kassubag Humas Polres Malang AKP Farid Fachtoni mengatakan, peserta yang hadir dalam gelar Apel Pasukan Ops Keselamatan semeru 2018 mengundang instansi terkait diantaranya, Kadishub beserta anggota
Kasatpol PP beserta anggota, Pasi Ops Kodim 0818 Wilayah Malang Batu beserta anggota, Jasa Raharja, POM AD satu Regu, PJU dan Kapolsek jajaran beserta anggota, Anggota Polres Malang yang terlibat “Operasi Keselamatan Semeru 2018” sebanyak 106 Personel.

Dalam amanatnya, sambutan Kakorlantas disampaikan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH,SIk,MSi kepada seluruh peserta yang hadir Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan 2018.

Pertama, bahwa apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Tahun 2018 ini kita laksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan operasi ini berjalan optimal dan berhasil sesuai tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Kedua, Lalu lintas merupakan alat transportasi perekonomian suatu negara, oleh sebab itu pemeliharaan kamseltibcar lantas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara, maka kamseltibcarlantas merupakan cermin keberhasilan dari pembanguman peradaban modern, oleh sebab itu Polri khususnya Polantas bersama stakeholder dan pemerintah bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang LLAJ sehingga dipandang perlu melaksanakan operasi ini untuk mewujudkan Negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya.

Ketiga, Perlu di ketahui bersama, data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa Tilang tahun 2016 sejumlah 6.272.375 pelanggar, Tilang tahun 2017 sejumlah 8.420.481 pelanggar Ada trend kenaikan sebesar 15.47 %, Jumlah kecelakaan tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian, Tahun 2017 adalah 98.419 kejadian dan trend penurunan sebesar (-7%), Korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 25.850 orang dan Tahun 2017 adalah 24.213 orang, mengalami penurunan (-6%), Korban luka berat Tahun 2016 22.939 orang dimana Tahun 2017 adalah 16.159 orang dimana Trend turun( – 30%), Korban luka ringan Tahun 2016 adalah 129.913 orang dan Tahun 2017 adalah 115.556 orang serta Kerugian Rupiah tahun 2015 sebesar Rp.236.416.497 Kerugian Rupiah tahun 2016 sebesar Rp.212.930.536 yang mengalami trend penurunan (-6%).

Keempat, Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan dibidang lalulintas tersebut, wajib bertindak melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang beranggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas.

Kelima, Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ adalah Mewujudkan kamseltibcar lantas, Meningkatkan kwalitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban laka lantas, Membangun budaya tertib berlalu lintas, Meningkatkan kwalitas pelayan kepada publik.

Lebih lanjut lagi dalam amanat Undang-undang No 22 tahun 2009, lalu lintas memiliki fungsi memberikan Edukasi pembelajaran, Engeneering/rekayasa, Enforcement/gakkum, Identifikasi dan registrasi pengemudi dan ranmor, Pusat K3I ( Komunikasi,Koordinasi dan Kendali serta Informasi ), Koordinator pemangku kepentingan lainnya, Memberikan rekomendari dampak lalu lintas ,dan Korwas PPS.

Keenam, Mencermati hal tersebut diatas diharapkan jajaran Korlantas Polri mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis, teknis maupun strategis, agar potensi pelanggaran, kemacetan serta laka lantas dapat diminimalisir sehingga tercipta kamseltibcar lantas sebagaimana menindak lanjuti NAWACITA Presiden RI yang dijabarkan dengan Program Prioritas Kapolri yang disebut PROMOTER ( Profesional, Modern dan Terpercaya ) dengan penjabaran yang

A.PROFESIONAL : Meningkatkan kopetensi SDM Polri yang semakin berkwalitas melalui peningkatan kapasitas diklat serta melalui pola-pola Pemolisian berdasarkan prosedur baku yang dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya.

B.MODERN : Melakukan modernisasi dalam pelayanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin cepat dan mudah diakses oleh masyarakat , termasuk pemenuhan kebutuhan almatsus dan alpakam yang makin modern.

C.TERPERCAYA : Melakukan reformasi internal Polri menuju Polri yang bersih dan bebas KKN guna penegakkan hukum yang obyektif ,transparan,akuntabel dan berkeadilan.

Ketujuh, Dalam pelaksanaan Operasi keselamatan tahun 2018 ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran berpotensi terjadinya laka lantas diantaranya, Melawan arah lalu lintas khususnya kebdaran R2, Menggunakan handphone saat mengemudi, Berboncengan lebih dari 1 (satu), Berkendaraan belum cukup umur.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa dengan penegakkan hukum berupa teguran terhadap sasaran prioritas tersebut, diharapkan operasi keselamatan ini akan mendorong tecapainya tujuan operasi yaitu Meningkatkan disiplin masyarakat dijalan, Meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan, Menurunnya tingkat fatalitas korban laka lantas, Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas, Terwujudnya kamseltibcarlantas menjelang pilkada diwilayah tahun 2018.

Disamping itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi juga menekankan kepada seluruh personil agar tetap berpedoman dalam melaksanakan tugas untuk Selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Menjaga keselamatan dalam melaksanakan tugas, Tingkatkan disiplin anggota Polantas dan wujudkan pelayanan Polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme agar dapat Terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas, tegasnya.

Publish : D.Manroe

Tinggalkan komentar