GERAKAN MELESTARIKAN PERSAUDARAAN DI TENGAH KEBHINEKAAN

0
448

BEKASI, media-bhayangkara.com

Pada hari Sabtu (7/10), di Gelanggang Olah Raga (GOR) Yayasan Fisabillillah,Kampung Sawah, Bekasi dilakukan dek|arasi Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika (Fornas BTIka), DPC Kota Bekasi. Acara deklarasi dimeriahkan oleh Dialog Kebangsaan, dan pencanangan pendirian Tugu Pancasila.

Dialog Kebangsaan menghadirkan narasumber nasional, di antaranya Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (Ketua Umum MUI), Pdt Gomar Gultom, dan Romo Franz Magnis Suseno. Panitia juga tengah mengkonfirmasi kehadiran Menteri Kabinet Kerja Republik Indonesia yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Jendral (Purn) Wiranto,dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Sementara itu, pencanangan pendirian Tugu Pancasila akan disampaikan oleh Walikota Bekasi, Bapak Dr. H. Rahmad Effendi.

Deklarasi dilakukan pengurus Fornas BTika DPC Kota Bekasi, didorong oleh semangat kebangsaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang berlandaskan ideologi Pancasila. Apakah sesungguhnya Fornas Blea? ”Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika didirikan sebagai pengawal Pancasila oleh warga di Kota Bekasi , sekaligus sebagai wujud kepedulian kami sebagai putra bangsa untuk kembali membumikan nilai-nilai kebhinekaan dan Pancasila. Melalui forum ini, kami berharap dapat menelurkan lebih banyak lagi agen pemersatu bangsa sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing masing,”papar Ketua Umum Fornas Blea DPC Kota Bekasi, Ust.Sholahudin Malik.

Acara deklarasi akan dihadiri oIeh pengurus dan komunitas keagamaan yang ada di Bekasi, yang diwakili oleh komunitas Hindu, Buddha,Kristen Protestan, dan Kristen.

Katolik yang ada di sekitar‘Kampung Sawah. Kampung Sawah dipilih menjadi tempat penyelenggara deklarasi mengingat wilayah Kampung sawah merupakan daerah percontohan kerukunan umat beragama.selain itu,acara deklarasi juga akan dihadiri oleh aparat pemerintahan daerah di 4 kecamatan,ormas kepemudaan,para pengurus RW se kecamatan pondok melati dan warga.

Kota Bekasi yang berpenduduk 2.363.689 jiwa (menurut data statistik 2016) merupakan potret Indonesia kecil dengan keberagaman penduduknya. Kondisi tersebut yang menggiatkan warga dan para pemuda Kota Bekasi untuk menjadi penjaga Pancasila dan nilai nilai keberagamannya.

Sekretariat Fornas Bhinneka Tunggal Ika DPC Kota Bekasi saat ini berada di daerah kampung Sawah. Kampung sawah sendiri, seperti telah disebut di atas, telah lama dikenal sebagai kampung persaudaraan dan telah menjadi daerah percontohan dalam kehidupan keberagaman. Di daerah ini, rumah ibadah Islam dan Kristen berdiri berdampingan sejak Iama.Tak hanya rumah ibadah, bahkan warga yang beragama Kristen maupun Islam hidup berdampingan dan bergotong royong dalam kesehariannya.

”Gerakan kami diawali dengan deklarasi forum, pencanangan tugu sebagai simbol dan mengingat kami untuk tetap melestarikan persaudaraan di tengah kebhinekaan. Tugu ini akan dibangun nanti dan berlokasi di Bundaran Kecapi, kawasan Pondok Melati tepatnya di atas tol JORR. Kedepannya kami akan  secara aktif memberikan pemahaman toleransi, keharmonisan dan kerja sama tanpa sekat primordial kepada warga warga Bekasi pada umumnya. Selain itu Fornas Bhinneka Tunggal Ika Kota bekasi akan melakukan kaderisasi

generasi muda pengawal Pancasila dan nilai nilai kebhinekaan.” .

(Putri)

Tinggalkan komentar