Inilah Kami Yang Tergabung di Dalam “MACITA” !! Simak Ulasannya

0
183

SURABAYA, media-bhayangkara.com

Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”. Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.
Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.
Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.
Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”.
Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad Ketua Umum Adi Suparto didampingi Sekjend Moh.Hasan yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur. Sikap dan tekad itu adalah pengejawantahan dari satu Wawasan Kebangsaan yaitu “Masyarakat Cinta Tanah Air” (MACITA)
Dengan berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, “MACITA” bermaksud Untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme, Jaga Persatuan  dan Kesatuan NKRI dalam “Bhineka Tunggal Ika” yang bertujuan Mewujudkan “CINTA TANAH AIR” degan agenda :
  1. Perang Terhadap Korupsi dan Pungli
  2. Perang Terhadap Narkoba
  3. Perang Terhadap Mafia Hukum
  4. Perang Terhadap Terorisme dan Paham Komunis
  5. Perang Terhadap Kemiskinan, Menuju Indonesia Lebih Sejahtera
  6. Perang Terhadap pengangguran
  7. Perang terhadap Isu SARA dan Berita Hoak

Dan dalam mencapai maksud serta tujuan tersebut diatas, “MACITA” menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut :

  • Mendirikan media cetak,media online, media elektronik, (Perusahaan Pers) sebagai sarana informasi sehingga tercapai MAsyarakat Sadar Hukum (MASDARKUM)
  • Menyelenggarakan Seminar, simposium, diskusi, Workshop , dll
  • Menyelenggarakan Program Pendidikan/Pelatihan bela Negara Sebagai bentuk Implementasi “CINTA TANAH AIR”
  • Membangkitkan program ekonomi kerakyatan agar masyarakat bisa berdaya saing
  • Mendirikan Koperasi
  • Dan Ikut berpartisipasi dalam pengawasan dan pendampingan terhadap Program Pemrintah untuk kepentingan RAKYAT.

Bersamaan dengan ini, Selaku pengurus dan Ketua Macita Daniel Manurung menambahkan bahwa “Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru pancasila yang menjembatani kita semua dalam keberagaman yang ada di Indonesia ini. Selain itu, nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, nasionalisme itu bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap Ideologi Pancasila.

Untuk itu didalam menjaga kedaulatan NKRI, perlu adanya dialog untuk mencegah berkembangnya ideologi selain Pancasila. Selain itu semua pihak perlu membangun wawasan kebangsaan dalam rangka mengamankan, melestarikan dan membudayakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tutupnya.

(M.H)

Tinggalkan komentar